Ke Atas

55.24 kg narkotika jenis daun Khat berhasil di cegah Bea Cukai Batam

Oleh Redaksi Sijoripost / Diterbitkan pada Kamis, 11 Jan 2018 16:05 PM / Belum ada komentar / 48 pembaca
Barang bukti yang disita

Batam, Sijoripost.comBea dan Cukai Batam berhasil mencegah pengiriman narkotika jenis daun khat melalui kiriman pos sebanyak 55,24 kg.

Kabid BKLI Bea dan Cukai Batam Raden Evy Suhartantyo mengatakan pengungkapan ini berawal dari kecurigaan pada 30 Desember 2017 yang mana KPPBC Kantor Pos Pasar Baru Jakarta, mendeteksi total brutto 55,24 kg daun khat dari Ethiopia tujuan penerima inisial YF beralamat di Batam.

Petugas yang bertugas di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta mencurigai kiriman 5 kardus dengan alamat tujuan Batam. Kemudian meneruskan informasi tersebut untuk ditindaklanjuti oleh petugas Bea Cukai Batam yang dibantu aparat gabungan lainnya,” papar Evy saat dikonfirmasi MetroKepri di kantornya, Kamis (11/1/2018).

Masih kata dia, paket itu dikirim melalui beberapa negara, seperti India, Thailand, Malaysia, dan Jakarta. Dari Jakarta, paket sampai ke Kantor Pos Batam Center sesuai alamat yang tertera bahwa pemilik barang tersebut berada di Kota Batam.

Sementara itu, tersangka YT warga Batam yang tinggal di Perumahan di Kecamatan Sekupang sempat berkilah kalau barang tersebut adalah pesanan milik kerabatnya di Malaysia untuk diserahkan kepada seseorang yang tinggal di Batam.

“Pengirim diduga kuat jaringan internasional warga negara Yaman, tinggal di Malaysia untuk memonitor setiap pengiriman barang narkotika untuk diselundupkan masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Pengiriman daun khatinon ini ternyata menjadi bisnis yang menggiurkan bagi jaringan narkotika internasional. Dari hasil verifikasi pengiriman barang, penyelundupan sudah 12 kali dilakukan dan berhasil lolos dari pengawasan petugas.

Daun khatinon biasanya dikemas dalam kantong kresek dan dikemas di dalam karton berukuran besar. Biasanya dilaporkan sebagai bahan baku untuk pembuatan kue.

Kini tersangka dan barang bukti diserahkan ke Polda Kepri pada Rabu (10/1/2018) untuk ditindaklanjuti dalam penyelidikan dan penyidikan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 113 ayat 2 UU narkoba dengan ancaman maksimal hukuman mati. (jhn/spc3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares