Ke Atas

Asprumnas Targetkan Bangun 10.000 buah Rumah di Kepri

Oleh Redaksi Sijoripost / Diterbitkan pada Kamis, 23 Nov 2017 23:49 PM / Belum ada komentar / 87 pembaca

Batam,Sijoripost.com – Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) Provinsi Kepulauan Riau menargetkan dalam tiga tahun akan membangun 10.000 rumah yang tersebar di seluruh Kabupaten Provinsi Kepulauan Riau.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum DPP Asprumnas, Arief Suryo Handoko, usai melantik Ketua Asprumnas Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Kepulauan Riau, di Aula PIH, Batam Center.

Acara pelantikan yang dihadiri oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI diwakili oleh Dirjen Bapertarum Benget Irfan, Perwakilan Gubernur Kepri, Perwakilan Walikota Batam dan seluruh Developer yang tergabung dalam Asosiasi Asprumnas, terpilih sebagai Ketua Asprumnas DPW Kepri ialah Venus.

Arief mengatakan, pembangunan 10.000 rumah yang akan ditargetkan dalam jangka waktu 3 tahun merupakan bentuk dukungan dalam menyukseskan program sejuta rumah oleh Pemerintah pusat.

“Kita berperan aktif dalam membantu target Pemerintah Daerah untuk membangun rumah sederhana sehat, rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, karena kita mengingat di Kepri sendiri ada sebanyak 163.000 jiwa yang belum mempunyai rumah sendiri,” ujar Arief, Kamis (23/11).

Arief juga menuturkan target 10.000 rumah akan lebih dulu di prioritaskan di daerah Kota Batam dan Tanjungpinang, baru kemudian di Kabupaten lain. Karena sesuai dengan program Pemerintah Kota Batam sendiri, pada tahun 2025 menargetkan Kota Batam bebas ruli.

“Kondisi terakhir di Kota Batam kalau tidak salah ruli berjumlah 20.000, nah dengan adanya program ini nanti masyarakat yang ada di ruli bisa tertangani secara manusiawi. Saya yakin permasalahan ruli akan teratasi dengan program sejuta rumah ini,” ucap Sugito salah satu unsur pengurus dpw asprumnas kepri.

Asprumnas sendiri menurutnya, mempunyai program subsidi rumah tanpa DP lansung dapat kunci dengan cicilan yang akan diseimbangkan dengan nilai rupiah.

“Ini merupakan program rakyat kecil dan Batam sendiri adalah gerbang bagi dunia luar dan sudah seharusnya Batam menjadi sebuah gerbang yang indah dan tertata,” ujarnya.

Namun Ia menuturkan, program sejuta rumah tidak akan bisa sukses tanpa dukungan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah setempat yang mempunyai wewenang regulasi perizinan dan juga lahan. Oleh karena itu dikatakan Arief, Ia meminta dukunga kepada Pemerintah Daerah dan Pemerinta Kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau agar sama-sama bersinergi dalam mendukung kesuksesan terwujudnya program sejuta rumah.

“Apalagi di Kota Batam yang kita ketahui ada dua motor penggerak yang sama-sama mempunyai kewenangan. Maka dari itu kami meminta dukungan agar program ini bisa di mulai pada awal tahun 2018 nanti,” katanya.(pnd/spc3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares