Ke Atas

Gadis India ciptakan celana dalam anti pemerkosaan

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Selasa, 09 Jan 2018 15:27 PM / Belum ada komentar / 21 pembaca

Sijoripost.comSeorang gadis India menciptakan inovasi baru untuk mendukung kampanye anti-kekerasan terhadap kaum hawa. Seenu Kumari telah mengembangkan celana dalam modern yang bisa membuat wanita merasa aman. Pasalnya, celana dalam buatannya ini sengaja diciptakan untuk mencegah pemakainya dari pemerkosaan. Sebuah kekerasan seksual yang paling tinggi dialami wanita India.

Dalam celana dalam tersebut, Kumari menyematkan beberapa komponen penting seperti gembok, GPS untuk pemberitahuan polisi dan kamera untuk merekam wajah serta menyimpan data penyerang.

Celana dalam ini adalah buatan gadis remaja India, Seenu Kumari. Dia menciptakan celana dalam anti perkosaan untuk kaum hawa. (Live News Hindi)

“Saya telah menambahkan kunci cerdas yang tidak akan terbuka sampai Anda memasukkan kata sandinya. Saya juga memasang perangkat elektronik yang dilengkapi dengan GPS dan panggilan darurat,” ujar Kumari, dilansir Daily Mail, Senin (8/1/2018).

“Ketika tombol panggilan darurat ditekan, polisi bisa melacak keberadaan pengguna dengan mengikuti GPS yang disematkan di celana dalam ini. Diharapkan, cara tersebut bisa menggagalkan usaha pemerkosaan,” imbuhnya.

Pelecehan seksual dan pemerkosaan anak di bawah umur masih kerap terjadi di negara bagian Uttar Pradesh, India. Kebanyakan korbannya diserang di jalanan.

Kumari sendiri berasal dari negara bagian itu, di mana angka pemerkosaan paling tinggi diIndia.

Habiskan Dana Kurang Dari Rp 1 Juta

Kumari, yang berasal dari keluarga sederhana di Farrukhabad, Uttar Pradesh, India, menghabiskan dana kurang dari 50 pundsterling atau sekitar Rp 900 ribu untuk menciptakan satu buah celana dalam canggih itu.

Celana dalam berwarna merah muda tersebut juga diklaim anti peluru dan tak bisa dirobek menggunakan pisau. Dengan populernya celana dalam Kumari ini, banyak remaja India berharap barang tersebut dijual bebas di pasaran.

“Ketika seseorang mencoba untuk menganiaya atau memperkosa seorang wanita penggunanya, perangkat ini akan mengirimkan pesan kepada keluarga dan polisi,” ucap Kumari menjelaskan.

“Kita tidak perlu mengenakannya setiap hari. Kita bisa memakainya saat bepergian sendiri atau berpergian ke tempat yang dirasa tak aman,” tambahnya.

Pelecehan seksual dan pemerkosaan anak di bawah umur masih kerap terjadi di Uttar Pradesh, India. Kebanyakan korbannya diserang di jalanan.

Prototipe celana dalam buatan Kumari telah dikirim ke National Innovation Foundation di Allahabad untuk dipatenkan.

“Jika kualitas dan peralatan pakaian dalam ini sudah jauh lebih baik, maka saya siap untuk memasarkannya,” pungkas Kumari.

liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares