Ke Atas

Hotel Ritz Carlton di Saudi kembali buka setelah jadi penjara selama 3 Bulan

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Senin, 05 Feb 2018 10:19 AM / Belum ada komentar / 48 pembaca
Hotel Ritz Carlton di Arab Saudi

Riyadh, Sijoripost.comBeberapa hari lagi, Hotel Ritz Carlton Arab Saudi kembali buka untuk umum, setelah selama sekitar tiga bulan dipakai sebagai penjara mewah.

Hotel kelas atas di Riyadh ini telah tutup sejak 4 November 2017, dan digunakan sebagai tempat penahanan dan pusat interogasi lebih dari 300 orang terdiri dari pangeran Saudi, menteri, dan pengusaha.

Mereka tertangkap dalam aksi pemberantasan korupsi yang dikampanyekan oleh pemerintah. Investigasi tersebut diluncurkan oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, yang ditunjuk sebagai pewaris takhta kerajaan pada Juni 2017.

Menurut situs web hotel, seperti dilansir dari Sky News, pemesanan kamar sudah tersedia untuk 11 Februari 2018 dan seterusnya.

Hotel bintang lima ini memiliki pemandangan taman yang indah seluas 21 hektare, kolam renang dalam ruangan, dan menawarkan enam pengalaman bersantap yang berbeda.

Kamar yang paling murah seharga 460 poundsterling semalam atau sekitar Rp 8,7 juta.

Hotel Ritz Carlton di Riyadh pernah menjadi rumah tahanan bagi Pangeran Al-Waleed bin Talal, yang dikenal sebagai Warren Buffet dari Saudi.

Dia dibebaskan akhir bulan lalu, setelah tertangkap dalam operasi pemberantasan korupsi.

Pria berusia 62 tahun itu merupakan keponakan Raja Salman. Dia juga pemimpin Kingdom Holding Company, salah satu pemegang saham terbesar di raksasa perbankan Citigroup. Beberapa saham lainnya terdapat di Twitter, Apple, AOL, eBay dan sebagainya.

Sekitar 56 orang masih dalam tahanan, namun telah dipindahkan. Sementara, 90 lainnya telah dibebaskan tanpa tuduhan.

Banyak dari mereka dibebaskan dengan membayar sejumlah uang tebusan. Sekitar 107 miliar dollar AS telah terkumpul dari penyelidikan yang dilakukan terkait korupsi.

kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares