Ke Atas

Kampar miliki 7 danau yang eksotik dan mempesona

Oleh Redaksi Sijoripost / Diterbitkan pada Minggu, 07 Jan 2018 17:10 PM / Belum ada komentar / 25 pembaca
Danau tanjung putus (tribunpekanbaru)

Kampar, Sijoripost.comProvinsi Riau, ternyata juga memiliki objek wisata alam berupa danau.

Tidak hanya satu, tapi ada tujuh danau yang saling berdekatan, keindahannya pun eksotik.

Danau itu berada dalam hutan yang diberi nama warga setempat dengan Rimbo Tujuh Danau.

Danau ini berada di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Kini hutan itu dinyatakan sebagai hutan adat masyarakat Buluh Cina.

Tujuh danau itu berada dalam hutan, yakni, Danau Tanjung Putus, Danau Baru, Danau Tuok Tonga, Danau Pinang Dalam dan Danau Pinang Luar, Danau Rayo, Danau Tanjung Baling dan Danau Bunte.

Ketujuh danau ini memiliki keindaham yang eksotik dan udara yang segar dan asri.

Danau dikelilingi hutan yang rimbun dengan kayu-kayu berbatang besar yang berumur ratusan tahun.

Selain cocok untuk wisata alam, juga cocok untuk wisata pancing.

Bahkan, bagi masiswa kehutanan juga bisa melakukan tentang umur kayu yang ada di sekitar danau atau di Rimbo Tujuh Danau ini.

Danau ini bisa dikunjungi kapan saja, bisa juga di akhir pekan atau di hari libur.

Untuk menuju ke Rimbo Tujuh Danau ini, dari Pekanbaru hanya 30 menit sampai 45 menit.

Bisa dicapai dengan kendaraan roda dua dan roda empat.

Namun, untuk masuk lebih ke dalam hutan, hanya bisa dengan sampan dan atau perahu motor.

Hutan ini juga menjadi alternatif tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun luar negeri.

Cocok untuk liburan keluarga dan komunitas.

Danau dan hutan di sekitar danau menyimpan flora dan fauna yang beranekaragam.

Khusus yang ingin berwisata memancing, ikan yang ada di danau ini di antaranya ikan tapa, ikan selais, lele, gabus, tilan, dan hampir semua jenis ikan air tawar.

Tapi jangan coba tebang pohon sembarangan di kawasan ini, karena ini Hutan Adat, maka bagi yang menebang pohon sembarangan akan dikenakan hukum adat.

Dalam menangkap ikan, yang ingin menangkap ikan bersama masyarakat, ada sebuah tradisi masyarakat setempat yang dinamakan tradisi maawuik atau tradisi panen ikan di danau secara bersama-sama dan dilakukan sekali dalam setahun.

Seorang mahasiswa yang sudah pernah berkunjung ke Rimbo Tujuh Danau ini, Angga kepada Tribunpekanbaru.com menyebutkan, pengalaman ke Rimbo Tujuh Danau tidak akan terlupakan.

“Saya ingin berbagi pengalaman eksotik ini. Kalau dari Kota Pekanbaru ke Desa Buluh Cina sekitar 26 kilometer atau sekitar 25 menit. Dari Jalan Kaharudin Nasution, masuk Jalan Pasir Putih, sampai di Simpang Desa Baru sebelah kanan, masuk ke simpang dan akan sampai di Desa Buluh Cina, kemudian menyebrangi Sungai Kampar menggunakan pompong biayanya Rp. 5000 per motor,” ungkap Angga.

Dari desa ke lokasi hutan jaraknya sekitar 2-3 kilometer, yang pertama dijumpai adalah Danau Tanjung Putus , dan akan ada enam danau lagi.

Mahasiswa lainnya yang pernah ke Rimbo Tujuh Danau, Dimas kepada Tribunpekanbaru.com mengaku, ia sangat senang dengan suasana alam yang masih terjaga keasriannya.

Mungkin waktu itu masih sepi belum banyak yang tau, sehingga kebersihan masih terjaga.

“Pohon rindang masih banyak, burung burung berkicauan juga banyak. Sangat cocok untuk tempat rekreasi sambil refreshing yang jauh keramaian. Bersama kawan pun lebih seru, menikmati keindahan alam dengan berfoto-foto di bawah pohon besar dan ranting-ranting. Ada juga naik sampan warga. Pohon yang daunnya kering juga ada di dekat danau,” ungkap Dimas.

Alfa Nonie juga pernah berkunjung ke Rimbo Tujuh Danau ini mengaku, kawasan danau masih alami dan pastinya indah.

“Saya merasa nyaman berada di atas air danau dan berada di tenga hutan. Suatu pengalaman yang sulit untuk dilupakan. Kalau suka alam, jika berkunjung ke sini pasti langsung jatuh cinta,” ungkap Alfa Nonie.

Tribunpekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares