Ke Atas

Kasus Suhardiman vs Kordias, Tokoh Kuansing Serahkan Sepenuhnya Sama MKA LAM Riau

Oleh Redaksi Sijoripost / Diterbitkan pada Sabtu, 04 Nov 2017 19:54 PM / Belum ada komentar / 60 pembaca
Rombongan Ninik mamak dan anak ponakan bergerak menuju LAM Riau.

Pekanbaru,  Sijoripost.com – Seratusan ninik mamak, tokoh pemuda, mahasiswa dan pemuka adat Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu siang (4/11/17),  mendatangi Gedung Kerapatan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Mereka meminta LAM Riau untuk menjadi mediasi terkait perseteruan antara anak kemenakan mereka, anggota DPRD Riau daerah pemilihan (Dapil) Kuansing, Suhardiman Amby yang bergelar Datuk Panglimo Dalam dengan Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu. Kedua anggota dewan yang terhormat ini terlibat keributan di ruang tunggi VIP Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa hari lalu.

“Kita hanya menyerahkan masalah ini ke Lembaga Adat Melayu Riau. Kita kan bertangga naik, berjenjang turun. Kalau ada masalah di cucu kemenakan di kampung dan di sini, kita serahkan kepada Ninik Mamak yang ada di Lembaga Adat Melayu Riau,” kata Taswin Yaqub, Ketua Ikatan Keluarga Kuansing menjawab riauterkinicom usai mengadakan pertemuan dengan sejumlah pengurus LAM Riau.

Ditambahkannya, pihaknya bersama dengan komponen masyarakat Kuansing yang lain tidak memiliki tuntutan, selain minta masalah itu diselesaikan secara berkeadilan dan bermarwah.

Pernyataan senada juga dituturkan Datuk Panglimo Dalam Suhardiman Amby. Dikatakannya, dirinya menyerahan sepenuhnya masalah ini kepada LAM Riau.

“Apapun yang diputuskan oleh Datuk Datuk di LAM Riau ini maka seluruh pemangku adat, ninik mamak akan patuh terhadap putusan itu. Biarlah pemangku adat membuat kajian kajian. Intinya kita menyerahkan secara full kepada LAM Riau,” ucapnya.

Sebelum melakukan pertemuan dengan pemangku adat LAM Riau, seratusan tokoh masyarakat, pelajar dan mahasiswa asal Kuansing, mereka berjalan kaki atau longmarchdari depan Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Sepanjang perjalan itu, para pelajar dan tokoh muda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Mahasiswa Kuansing Pekanbaru berorasi seraya membentang spanduk bertuliskan ” Save Melayu. Save Datuk Panglimo Dalam. Takkan Melayu Hilang di Bumi. Lebih Baik Mati Berdiri Daripada Hidup Berlutut. Ini Melayu!!!***

Riauterkini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares