Ke Atas

Kemendagri Surati Gubernur Riau untuk Pemberhentian Bupati Suparman

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Kamis, 07 Des 2017 13:08 PM / Belum ada komentar / 31 pembaca

Pekanbaru, Sijoripost.com – Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Sony Soemarsono menyebutkan sudah melayangkan surat kepada Gubernur Riau sebagai perpanjangan tangan Pemerintah pusat di daerah untuk mengusulkan pemberhentian Bupati Rokan Hulu Suparman.

Sehingga dengan adanya pengusulan pemberhentian tersebut, maka Kementerian Dalam Negeri bisa langsung mengeluarkan SK pengangkatan Wakil Bupati Sukiman menjadi Bupati Defenitif Rokan Hulu.

“Untuk kasus Rokan Hulu sampai saat ini menunggu usulan pemberhentian dari Gubernur. Kemendagri sudah bersurat dan mendesak agar segera diusulkan, “ujar Sony Soemarsono melalui sambungan Telepon.

Namun untuk sementara waktu, wakil Bupati (Sukiman) melaksanakan tugas sebagai Plt Bupati untuk mengisi kekosongan sehingga pemerintahan tetap berjalan baik.

“Jadi bagaimana agar pemerintahan tidak kosong, maka Wakilnya sekarang menjalankan tugas Bupatinya, “ujarnya.

KPK melakukan eksekusi terhadap Bupati Rokan Hulu Suparman dan mantan Ketua DPRD Riau Johar Firdaus pada Rabu (6/12/2017) petang.

Keduanya dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Proses eksekusi terhadap kedua terpidana kasus suap pengesahan APBD Perubahan Riau 2014 dan APBD Riau 2015 itu berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB.

Dua jam kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB, proses eksekusi rampung. Ada perbedaan dalam proses eksekusi keduanya. Suparman tidak dijemput aparat KPK.

Bahkan ia sudah terlebih dulu berada di Lapas Sukamiskin. Ia datang ke penjara bersama kuasa hukumnya, Eva Nora, dan seorang ajudannya.

Sebaliknya, Johar Firdaus dijemput oleh petugas KPK ke Lapas Bangkinang, Riau. Ia diterbangkan ke Bandung, Rabu pagi, melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

“Pukul 6 (sore) sampai pukul 8 (malam) tadi proses eksekusinya. Jaksa datang dengan pengawal tahanan, dan Pak Johar. Kita sudah di dalam, di Lapas Sukamiskin. Kita menunggu KPK di dalam,” ungkap Eva Nora kepada Tribun melalui sambungan telepon, Rabu malam.

Eva Nora mengatakan, kliennya kembali mengingatkan masyarakat Rokan Hulu (Rohul) untuk tidak gaduh. Ia meminta masyarakat mendukung kepemimpinan penggantinya di Rohul nanti.

“Beliau pesan masyarakat tetap tidak ribut dan tidak gaduh. Jaga kondusifitas Rohul dan dukung pemimpin yang menggantikan beliau nantinya,” ungkap Eva Nora menyampaikan pesan kliennya.

Ia menuturkan, Suparman tidak banyak membawa barang bawaan saat masuk ke Lapas Sukamiskin, Bandung.

“Selain kebutuhan personal di dalam Lapas, ia juga membawa perlengkapan salat, Alquran, dan beberapa buku untuk bahan bacaan,” ujarnya.

Sesuai putusan kasasi Mahkamah Agung (MA), Suparman akan menjalani hukuman penjara selama 6 tahun di Lapas Sukamiskin.

Akan tetapi, Eva Nora memastikan kliennya akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) sebagai upaya hukum lanjutan.

Upaya PK akan dilakukannya begitu salinan lengkap putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) mereka terima.

“Kita masih salinan lengkap putusan kasasi dari MA. Setelah kita terima, pelajari, baru setelah itu kita ajukan PK,” rincinya.

Di sisi lain, kuasa hukum Suparman mempertanyakan keseriusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menuntaskan kasus suap pengesahaan APBD Perubahan Riau 2014 dan APBD Riau 2015.

Sejauh ini sudah tiga orang terdakwa yang telah dieksekusi menjalani hukuman, termasuk Suparman dan Johar yang dieksekusi kemarin. Terpidana lainnya, yakni Kirjauhari (mantan anggota DPRD Riau periode 2009-2014) kini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Klas II A Pekanbaru.

Dalam proses persidangan ketiga terdakwa, terdapat sejumlah nama lain yang secara fakta menerima uang yang diduga sebagai uang pelicin pegesahaan anggaran tersebut.

Orang-orang ini disebut Eva Nora sampai sekarang tidak ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK.

“Saya pikir dalam hal ini kita tidak mengajari KPK ya, tetapi KPK harus bersikap profesional, tidak melakukan tebang pilih. Harus bersikap adil. Ada orang menerima (suap), terang-terangan diungkap di sidang menerima tetapi tidak diproses hukum,” ujar Evanora.

Terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan proses eksekusi Suparman dan Johar berlangsung lancar.

“Sebelumnya, Johar Firdaus ditahan di Lapas Bangkinang, Kabupaten Kampar Riau. Sedangkan Suparman setelah vonis bebas dari PN Tipikor Pekanbaru saat ini menjabat sebagai Bupati Rokan Hulu,” ujarnya kepada Tribun melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares