Ke Atas

Konflik Masyarakat dengan PT BBSI, Warga Minta Inspektorat Usut Kades

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Selasa, 26 Des 2017 19:02 PM / Belum ada komentar / 26 pembaca
Ilustrasi

Rengat, Sijoripost.com – Konflik antara PT Bukit Betabuh Sei Indah (BBSI) dengan warga di empat dusun di Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih belum menemukan ujung.

Warga minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu melaui inspektorat agar mengusut Kepala Desa (Kades) Rakit Kulim, Sierlina.

Sebab menurut warga, mereka sudah menyetorkan sejumlah uang untuk pembelian lahan dan juga pembuatan SKGR.

Jonatan Siahaan, warga Dusun Empat Desa Talang Tujuh Buah Tangga menyampaikan bahwa mereka membayarkan uang pembuatan SKGR sebesar Rp 1,55 juta. “Itu diluar biaya pengukuran dan juga tandatangan sempadan,” kata Jonatan.

Setelah penerbitan SKGR dan dilakukan pengukuran, konflik dengan PT BBSI kian meruncing. Oleh karena itu, warga meminta pertanggungjawaban dari pihak desa.

Terkait konflik dengan perusahan, sebelumnya Jonatan mengungkapkan bahwa sekitar 4000 lahan perkebunan dan permukiman milik warga saat ini diklaim warga.

Selama dua bulan belakangan, sempat terjadi bentrok antara pihak pengamanan perkebunan dan warga. Bahkan pihak perusahan juga menyebarkan himbauan kepada masyarakat agar segera mengosongkan lahan dan kebun hingga batas waktu tanggal 29 Desember 2017.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares