Ke Atas

Konsulat Singapura bantu operasi 72 penderita bibir sumbing di Batam

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Jumat, 26 Jan 2018 15:03 PM / Belum ada komentar / 49 pembaca
Ilustrasi

Batam, Sijoripost.com – Dalam rangka bentuk kerja sama diplomatik Indonesia dan Singapura, melalui Smile asia dan Paguyuban Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing gratis.

Sebanyak 72 pasien bibir sumbing akan menjalani operasi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) kota Batam, Kepulaun Riau.
Dalam sambutanya, Konsulat Singapura di Batam, Gavin Chay menyampaikan kegiatan Bakti sosial ini sudah yang keempat kali dilakukan sebagai salah satu perayaan kerjasama diplomatik Indonesia-Singapura, dan tahun 2017 sudah memasuki 50 tahun dan lebih dikenal rising 50.

“Kegiatan ini untuk merayakan kerjasama Singapura dan Indonesia, dan sudah keempat kalinya dilakukan, semoga kedepan kerjasama ini lebih baik lagi,” ujar Gavin di RSAB, Kamis (25/1/2018).

Untuk Pasien bibir sumbing yang akan dioperasi, diakuinya tidak semua berasal dari Kepualuan Riau, ada juga yang dari Riau, Semarang, dan Yogyakarta,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana yang mewakili Gubernur Kepri men mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang bersedia membantu operasi bibir sumbing ini secara gratis.

Ia menjelaskan kelainan bibir sumbing ini sebagian besar disebabkan oleh asupan gizi sejak dalam kandungan, diperkirakan setiap 100.000 kelahiran ada 1 kelahiran yang mengidap kelainan bibir sumbing ini.

“Yang pastinya karena asupan gizi selama kandungan, ini bagi keluargan yang kurang mampu, namun ada penyebab lainnya yaitu ketika dalam kandungan, sang ibu pernah jatuh,” ujar Tjetjep.

Namun dalam tiga tahun terakhir ini, kelainan bibir sumbing sudah mengalami kekurangan yang cukup signifikan, hal ini dilihat dari data penerima bantuan operasi bibir sumbing secara gratis.

“3 tahun lalu, ada 200 pasien, tahun berikutnya hanya 100 pasien, dan tahun ini ada 72 paien dan itupun sudah digabung dari beberapa daerah, tidak hanya di Kepri saja,” ungkapnya.

kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares