Ke Atas

Kordias Pasaribu: Penyelesaian Secara Adat Melayu adalah Permulaan Yang Baik

Oleh Redaksi Sijoripost / Diterbitkan pada Sabtu, 02 Des 2017 13:44 PM / Belum ada komentar / 92 pembaca
Kordias Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Prov Riau

Pekanbaru, Sijoripost.com – Adat bersendikan syarak, Syarak bersendikan Kitabullah,Pertikaian anggota DPRD Provinsi Riau antara Kordias Pasaribu dan Suhardiman Amby telah disudahi dengan dilaksanakannya prosesi adat dalam Majelis Perdamaian Adat Melayu Riau yang berlangsung di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro Kota Pekanbaru, Sabtu pagi (2/12/2017).

Majelis Perdamaian Adat dipimpin langsung oleh Ketua MKA LAMR, Datuk Seri Al Azhar dan Ketua DPH LAMR Datuk Seri Syahril Abu Bakar serta disaksikan langsung oleh para Datuk, tokoh adat Kuansing, pengurus LAMR, tokoh paguyuban Batak, pengurus partai PDIP serta para undangan.

Kordias Pasaribu tampak mengenakan baju melayu berwarna putih dengan memakai peci dan Suhardiman Amby memakai baju melayu warna hitam. Perdamaian tersebut ditandai dengan penyerahan empat kain dari pihak Kordias ke Suhardiman Ambiy dan sebaliknya dari pihak Suhardiman Amby menyerahkan keris. Kemudian keduanya bersalaman dan berpelukan di hadapan para petinggi LAM Riau dan tamu undangan.

Sebelum prosesi tersebut dilakukan, terlebih dahulu dilantunkan pembacaan ayat suci Alquran selanjunya pembacaaa warkah perdamaian didepan majelis oleh Datuk Raja Marjohan

Ketua DPH LAMR Datuk Seri Amanah Adat, Syahril Abubakar memgatakan bahwa untuk pertama dan terakhir kalinya supaya tidak ada lagi silang sengketa

“Apalagi kita semua adalah masyarakat Riau,  dimana bumi dipijak  disitu langit dijunjung. Kita selaku masyarakat Riau selalu mengetengahkan bahwa Jangan ada dinding atau sekat antar kita. Biar beda suku kita sama-sama harus satu dan saling menghormati dan kita adalah orang Riau,” terangnya.

Menurutnya, kedua tokoh ini adalah perwakilan rakyat Riau yang merupakan perpanjangan tangan masyarakat dalam pemerintahan, mungkin saja ada kesalahan kesilapan dalam menjalankan tugasnya.  Apalagi adanya keterbukaan Kordias Pasaribu yang telah menyerahkan persoalan ini ke LAMR.

“Jadi kita jangan lagi terganggu dengan persoalan yang terjebak emosi sesaat.  LAMR selama ini siap terbuka dan menampung hajat hidup masyarakat.

Sementara itu, Kordias Pasaribu dalam keterangan persnya mengatakan kepada sejumlah media bahwa ini adalah permulaan yang baik, tentu saya sebagai manusia juga tidak luput dari kesalahan tetapi hari ini kita bisa lihat bersama bahwa budaya bisa mempersatukan dan kebudayaaan bisa memebangun silaturahmi yang baik, “Ungkap Kordias

Sambungnya, dan disini juga sama sama kita lihat dan saksikan penyelesaian permasalahan secara kekeluargaan, tidak serta merta permasalahan itu diselesaikan secara hukum atau pemeberian efek jera adalah suatu pilihan yang baik, “jelasnya

“Namun LAMR telah memberika contoh kepada kita semua penyelesaian masalah dengan budaya adat melayu Riau yang mampu memberikan kebahagiaan kepada semua bukan hanya kepada kami berdua (Dt Suhardiman Amby) tapi kepada semua masyarakat Riau,” tutupnya (spc1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares