Ke Atas

Over kapasitas lapas Bengkalis capai 400 persen

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Jumat, 26 Jan 2018 14:44 PM / Belum ada komentar / 50 pembaca
Ilustrasi

Bengkalis, Sijoripost.comTingkat hunian narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkalis benar-benar sudah di luar batas kewajaran. Bayangkan saja, Lapas yang berada di Jalan Pertanian Bengkalis ini harusnya diisi 391 orang, namun napi yang mendekam capai 1402 orang. Artinya, kapasitas hunian lapas sudah over hingga 400 persen lebih.

Parahnya lagi, kendati sudah over kapasitas hingga 400 persen lebih, 1.402 orang narapidana itu hanya dijaga dan diawasi oleh 4 orang petugas (sipir). Padahal idealnya, 20 napi dijaga oleh 1 petugas.

Kepala Lapas Bengkalis melalui Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Dian Artanto,menerangkan over kapasitas jumlah napi di Lapas Jelas II A Bengkalis ini memang sudah luar biasa.

Namun dia bersyukur, kendati fasilitas kamar tak sesuai dengan jumlah yang menghuni, keamanan di Lapas Bengkalis hingga saat ini masih terjaga dan terkendali.

“Kalau dilihat kondisi kamar dengan jumlah penghuni memang sudah sangat tak sesuai. Napi bersempit-sempit dalam satu kamar. Ada yang satu kamar dihuni 40 orang napi. Namun Alhamdulillah sejauh ini tak ada gejolak. Kalaupun ada sekali-kali keributan antar napi, itu hanyalah keributan kecil. Mungkin karena sempitnya kamar sehingga mereka terkadang suntuk dan cepat tersulut emosi,” ujar Andi Kamis (25/1/2018).

Pendekatan emosional dan pencerahan keagamaan merupakan hal yang rutin dilakukan pihak Lapas dalam upaya pengamanan dan pengawasan. Dan upaya ini sangat membantu kekurangan tenaga pengamanan dan pengawasan.

“Kalau malam, kita ada mendapat bantuan pengamanan dari Kodim sebanyak 2 orang. Ini juga sangat membantu kita,” jelas Andi sembari menyebut jika Lapas ini sudah mengajukan permintaan bantuan penambahan Blok kepada Pemkab Bengkalis.

Dari sebanyak 1402 napi yang menghuni Lapas Bengkalis ini, terbanyak adalah kasus narkoba yang lebih dari 900 orang. Sisanya dari kasus pidum dan tipikor.

halloriau.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares