Ke Atas

Parah, seolah melupakan sejarah, jalan menuju Pekan Tua hancur lebur

Oleh Redaksi Sijoripost / Diterbitkan pada Senin, 22 Jan 2018 14:33 PM / Belum ada komentar / 55 pembaca
akses jalan menuju lokasi bersejarah ke Pekan Tua belum tersentuh pembangunan (foto riauterkini.com)

Pelalawan, Sijoripost.com – Merujuk sejarah berdiri kabupaten Pelalawan bermula dari Dusun Pekan Tua Desa Tolam, Kecamatan Pelalawan. Dari sinilah, cikal bakal berdirinya kabupaten Pelalawan.

Bukti sejarah tersebut terdapatnya, makam raja Pelalawan pertama yakni Makam Sulthan Syekh Mahmod Syah. Hanya saja akses jalan darat menuju Dusun Pekan Tua saat ini, mengkwatirkan sekali.

Bahkan beroperasinya, perkebunan kelapa sawit yakni PT Adei Plantation disini tidak memberikan dampak yang mengembirakan bagi masyarakat tempatan.

Kondisi jalan betul-betul hancur lebur. Terlebih jika musim penghujan, jangan harap jalan ini bisa dilewati. Jangankan, kenderaan roda empat maupun roda dua bisa melewati, bagi pejalan kaki saja, ‘nauzubillah’ minta ampun susahnya.

Padahal, jalan tersebut hanya sepanjang dua setengah kilo meter. Namun, keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat yang berjumlah 200 kelapa keluarga ini. Jalan Ini, adalah akses darat menuju desa Tolam, yang akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Anggota DPRD Pelalawan Tengku Khairil kepada riauterkini.com, Senin (22/1/18) berterus terang bahwa kondisi jalan ini sangat mengkwatirkan sekali.

Menurutnya, jalan tersebut sangat didambahkan oleh masyarakat. Keberadaannya, pula berdampak bagi perkembangan ekonomi rakyat.

“Jika jalan, ini bisa dilewati akan memangkas ongkos biaya mengeluarkan hasil panen sawit warga,” kata Tengku Khairil seraya mengatakan kehidupan masyarakat setempat bergantung pada kebun kelapa sawit.

Ia berharap, kepada PT Adei Plantation yang beroperasi langsung dengan dusun Pekan Tua, untuk mengulurkan sebagian hasil usaha mereka membangunkan peningkatan badan jalan ini.

riauterkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares