Ke Atas

Pelaku usaha keluhkan kenaikan harga kertas

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Kamis, 11 Jan 2018 15:54 PM / Belum ada komentar / 56 pembaca

Pekanbaru, Sijoripost.comKepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ahmad Ingot Hutasuhut, Kamis (11/1) kaget saat dikonfirmasi terkait kenaikan harga kertas di Pekanbaru. Apalagi kenaikan harga kertas ini membuat sejumlah pelaku usaha fotokopi resah.

“Saya belum dapat informasi ini. Nanti kita akan turun ke lapangan dan menanyakan langsung ke Distributornya, apa dasar mereka menaikkan harga kertas ini,” kata Ingot.

Sejauh ini, kata Ingot, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait kenaikan harga kertas. Meskipun kebijakan tarif harga kertas diatur pemerintah pusat, namun bukan berarti pihak distributor bisa sesukanya menaikkan tarif karha kertas.

“Harus jelas apa penyebabnya. Apakah memang dari pabriknya mengalami kenaikan. Atau ada biaya lainya yang bertambah sehingga berpengaruh ke harga, ini yang harus dijelaskan,” bebernya.

Sementara saat disinggung adanya sejumlah distributor yang meminta kepada pembeli untuk melampirkan fotokopi KTP dan NPWP saat membeli kertas, Ingot kembali mempertanyakan kebijakan ini.

“Dasar mereka memberlakukan ini apa. Kalau memang ada aturan seperti itu mereka (Distributor) harus koordinasi dengan kita (Pemko Pekanbaru). Tidak bisa membuat kebijakan sendiri. Apalagi kebijakan ini kan dinilai menyulitkan masyarakat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pengusaha fotokopi di kawasan Panam mengeluhkan kenaikan harga kertas, yang melambung sejak akhir Desember 2017. Hal ini memaksa mereka untuk menaikkan harga fotokopi hingga 30 persen dari harga sebelumnya.

“Kenaikan harga kertas sangat tinggi, hampir 10 ribu rupiah per rim. Ini sangat memberatkan pelanggan. Terutama kalangan mahasiswa yang menjadi pelanggan kami,” ujar salah seorang pengusaha, fotokopi Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Kamis (11/01/2018).

Dia mengaku tidak mengetahui penyebab naiknya harga kertas tersebut. Dari pihak distributor menyebutkan kemungkinan harga kertas akan kembali naik.

“Harga kertas naik hanya dalam hitungan pekan. Harga saat ini pun dikabarkan akan naik lagi,” imbuhnya.

Selain harga kertas naik, untuk membelikertas di distributor harus dilampirkan fotokopi KTP dan NPWP.

“Aturan ini baru diberlakukan pada awal tahun 2018. Terkait kegunaannya, saya kurang mengetahui,” kata pengusaha yang sudah menggeluti usaha fotokopi selama 18 tahun.

Terkait harga fotokopi di tempat usahanya, pria ini mengaku menaikkan tarif untuk kertas F4 Rp 200 per lembar. Sementara A4 Rp 175 per lembar.

“Jika fotokopi dalam jumlah banyak, masih bisa diskon. Maklum harga menyesuaikan kesanggupan mahasiswa,” tutupnya.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares