Ke Atas

Pemko utang Rp100 miliar kepada kontraktor

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Kamis, 11 Jan 2018 15:00 PM / Belum ada komentar / 46 pembaca

Pekanbaru, Sijoripost.comRasa kecewa terlihat dari puluhan wajah kontraktor yang mendatangi Kantor Wali Kota Pekanbaru, Rabu (10/1). Mereka datang untuk menyampaikan protes terhadap pekerjaan yang telah selesai, tapi tak kunjung dibayarkan Pemko Pekanbaru. Diperkirakan pemko berutang hingga Rp100 miliar.

Terlihat ada sekitar 37 kontraktor berkumpul di lantai dua Kantor Wali Kota Pekanbaru. Mereka ingin bertemu dengan Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru, M Noer, untuk mempertanyakan kejelasan kapan pembayaran akan dilakukan.

Salah seorang kontraktor Janes kepada Riau Pos, mengaku kecewa dengan sikap Pemko Pekanbaru. Mengingat proyek yang sudah rampung dikerjakan beberapa waktu lalu belum dibayarkan tanpa alasan yang jelas. “‎Kami sudah kerjakan proyek itu, tapi belum dibayar juga dengan alasan yang tak jelas,” keluhnya. Disampaikan Janes, ia sudah menunggu pencairan  sejak 20 Desember lalu di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru.

“Saya setiap hari ke BPKAD, sejak 20 Desember lalu. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar berita. Kami dicuekin begitu saja,” papar Janes.

‎Ia mengaku hanya seorang pengusaha kecil dengan modal yang terbatas. Sehingga tidak terima apabila pembayaran terhadap proyek yang dikerjakan dilakukan dalam jangka waktu satu tahun. “Saya kembalikan ke wali kota dan sekko. Saya beli barang mereka tapi saya bayar tahun depan. Apakah mereka mau menerima? Ini kan hukum jual beli,” ‎imbuh Janes.

Semestinya kata Janes, Pemko Pekanbaru melakukan perhitungan antara pendapatan dan belanja. Apabila kondisi keuangan tidak memungkinkan membayar pekerjaan proyek, maka jangan membuka Surat Perintah Kerja (SPK). “Saya sudah sampaikan ke instansi teknis, mengapa SPK dibuka kalau uang tidak ada. Apakah tidak ada perhitungan antara pendapatan dan belanja. Kontrak SPK dibuka pada 10 November lalu. Seharusnya berapa pendapatan sudah diketahui. Apakah pemko tidak memperhitungkan defisit. Kalau sudah defisit mengapa dikeluarkan SPK?” tanyanya.

Atas kondisi ini, diakui Janes, dirinya merasa dirugikan dan terancam dipidanakan‎. Karena memiliki sejumlah utang dengan pihak lainnya. “Cek sudah kami buka. Kami juga ada utang kepada pihak lain. Tukang sudah terus menangih ke saya.‎ Kalau tidak saya bayar, saya sudah diancam akan dipidanakan. Utang Pemko dengan saya ada sekitaran Rp400 juta,” keluhnya.

riaupos.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares