Ke Atas

Sampah berserakan di simpang kemuning muda Siak

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Minggu, 07 Jan 2018 12:40 PM / Belum ada komentar / 29 pembaca
Jalan Hangtuah, simpang Kemuning Muda, kecamatan Bungaraya, Jumat (5/1/2018).

Siak, Sijoripost.comBeberapa hari terakhir ini, kampung Kemuningmuda menjadi sorotan warga setempat. Pasalnya, sampah berserakan di badan jalan Hangtuah, Simpang Kemuningmuda tersebut.

Tidak ada petugas kebersihan datang sejak bekas bungkusan makanan dan sampah kering lainnya berserakan di jalan itu.

Akibatnya, pusat keramaian kampung tersebut menyemburkan aroma tidak sedap.

Kemuningmuda merupakan salah satu kampung di Kecamatan Bungaraya.

Di sana terdapat pasar tradisional yang telah menjadi tumpuan ekonomi masyarakat sekitar.

Namun, pasar tersebut sudah sumpek dan kebersihan tidak terkelola dengan baik.

Hampir setiap hari sampah yang dihasilkan dari pasar tersebut berserakan ke badan jalan raya.

“Ini cocok menjadi pusat wisata kabupaten Siak. Wisata sampah namanya,” sindir Tono saat menyampaikan uneg-unegnya tentang kondisi itu kepada media, Jumat (5/1/2017).

Menurut Tono, pemerintahan kampung, kecamatan hingga kabupaten tidak meninjau kondisi pasar tersebut.

Padahal sudah lama menjadi sorotan warga. Sebab, hampir setiap hari pasar menghasilkan sampah yang berserakan hingga ke badan jalan.

“Penjual yang berada di pinggir jalan juga terganggu akibat sampah-sampah itu. Saking tak ada yang peduli, ya dinikmati saja,” kata dia.

Pada setiap Rabu, kat dia, pedagang kaki kima (PKL) banyak berdatangan.

Sehingga mereka berjualan sampai di bahu jalan. Namun, setelah pasar usai, tak satupun dari mereka yang membersihkannnya kembali.

“Awalnya kami memungut sampah-sampah itu. Tapi tidak mungkin kami setiap hari melakukannya. Namanya pasar, biasanya ada pengelola dan petugas kebersihannya. Di pasar ini kami tidak tahu,” kata dia lagi.

Pasar tradisional Kemuningmuda memang terkenal jorok. Akses antara los pasar biasa berkubang.

Air pembuangan para pedagang basah mengundang lalat dan ulat. Memang harga jual di pasar ini sedikit lebih miring sehingga tetap ramai meski kondisinya memprihatinkan.

“Paling tidak, sampah-sampah yang berserakan di jalan dibersihkan. Supaya tidak mengganggu pengguna jalan lain,” timpal Gin, teman Tono.

Gin mengaku sedih melihat kondisi simpang Kemuningmuda.

Apalagi kala anak-anak berangkat ke sekolah melewati jalan Hangtuah tersebut, harus berhadapan dengan sampah dan bau busuk.

Penghulu Kampung Kemuningmuda Mujiran, juga mengaku heran dengan kondisi tersebut.

Sebab, laporan yang diterimanya, pasar itu sudah dikelola dengan baik. Tidak menimbulkan suasana gaduh pada masyarakat sekitar pasar.

“Saya harus cek kembali. Sebab laporannya sudah dikelola dengan baik. Atau bisa jadi karena hujan, jadi sampah dibawa arus sampai ke tengah jalan,” kata dia.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares