Ke Atas

Tragedi diplodia era 1980-an di Kuok, kini terulang kembali

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Minggu, 14 Jan 2018 20:19 PM / Belum ada komentar / 14 pembaca

Bangkinang, Sijoripost.comJeruk Kuok kembali menggeliat. Mulai bangkit setelah anjlok pada era 1980-an silam. Saat mengulang kejayaannya, petani Kuok harus menghadapi ujian. Tanaman Jeruk mereka diserang penyakit.

Kondisi ini misalnya terjadi di Desa Pulau Belimbing, salah satu daerah pusat Jeruk Hijau ini.

Masyarakat mengeluhkan batang Jeruk mereka seperti berkerak.

“Batangnya rusak. Terus diikuti daun dan buahnya gugur,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Hendry Dunan Nasution, Minggu (14/1/2018).

Menurut Hendry, pada akhirnya tanaman Jeruk akan mati.

Bahkan tanaman lain di sekitarnya juga terancam ikut terjangkit penyakit ini.

Sayangnya, penyakit seperti ini tidak dapat diobati.

Hendry menjelaskan, melihat ciri-ciri pada tanaman yang terserang, penyakit sementara ini disebut dengan Diplodia atau Botryodiplodia Theobromae Pat.

“Disebabkan semacam virus,” katanya.

Penyakit ini dibedakan dua jenis. Basah dan kering.

Hendry belum bisa memastikan jenisnya.

Dikatakan dia, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium.

Sampel berupa batang, daun dan buah sudah dibawa ke laboratorium.

Ia mengemukakan, penyakit bisa disebabkan beberapa faktor.

Terutama kebersihan lingkungan sekitar lahan pertanian.

Di samping itu, kata dia, tanaman bisa saja sudah terjangkit sejak masih bibit.

“Seperti kita (manusia) terinfeksi penyakit, kan nggak langsung terlihat. Mungkin bisa beberapa tahun lagi. Jadi bisa saja salah dalam pemilihan bibit,” kata Hendry.

Itulah sebabnya, kata dia, perlu kehati-hatian memilih bibit.

Bibit dari karantina sangat dianjurkan.

Serangan Diplodia terhadap tanaman Jeruk di Kecamatan Kuok tampaknya masih dialami sebagian kecil saja.

Buktinya, Anggota DPRD Kampar, Kasru Syam tidak tahu saat ditanyai, Minggu (14/1/2018) sore.

Kasru yang berasal dari Kuok ini mengaku memiliki Kebun Jeruk di wilayah Desa Merangin Kecamatan Kuok.

“Saya juga punya kebun jeruk. Tapi di tempat kami belum ada yang kena,” katanya.

Politisi Partai Nasional Demokrat ini balik menanyakan sumber informasi tersebut.

Awalnya kurang percaya, ia terkaget-kaget ketika diberitahu informasi tersebut telah dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kampar, Hendry Dunan.

Setelah diberitahu, Kasru berencana memastikan kebenaran informasi tersebut.

Ia akan menemui petani di Desa Pulau Belimbing, dimana penyakit ini dilaporkan telah menjangkit.

Kasru mengakui, Diplodia memang penyakit yang menghancurkan masa jaya petani Jeruk di Kuok era 1980-an.

Belakangan ini, Jerung Kuok kembali bangkit.

“Pemerintah harus cepat bertindak ini. Jangan sampai menyebar ke tempat lain,” pintanya.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares