Ke Atas

Volume air sungai di Pelalawan terus meninggi & mulai rendam jalan

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Minggu, 07 Jan 2018 18:25 PM / Belum ada komentar / 58 pembaca

Pelalawan, Sijoripost.com – Curah hujan di Kabupaten Pelalawan cukup tinggi dua pekan terakhir ini.

Hujan deras mengguyur beberapa wilayah secara merata pada akhir tahun 2017 hingga awal 2018.

Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawaan, peningkatan volume air sungai cukup signifikan.

Hal itu dipengaruhi oleh hujan deras yang setiap hari membasahi bumi Pelalawan.

Jika kondisi ini terus berlangsung beberapa lokasi berpotensi dilanda banjir.

“Peningkatannya beragam dan menunjukan kenaikan terus menerus. Setiap hari itu rata-rata naik antaran 10 centimeter sampai 20 centimeter,” papar Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Minggu (7/1/2018).

Hadi Penandio merincikan, pantauan terakhir volume air Sungai Kampar di Kecamatan Langgam mencapai 2,93 meter.

Angka itu bergerak naik dari 2,50 meter dan bertambah terus setiap hari.

Akibatnya ruas jalan di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci mulai terendam.

Aktivitas warga desa yang terletak di bantaran Sungai Kampar itu telah menggunakan kapal kayu bermotor atau pompong.

Peningkatan volume air juga ditunjukan Sungai Kerinci.

Air mulai meluber ke badan jalan di wilayah Tanjung Putus Desa Kuala Terusan, Pangkalan Kerinci. Meski demikian, kendaraan masih bisa melintasi air yang menggenangi jalan.

Demikian halnya dengan volume air Sungai Nilo di Kecamatan Ukui.

Peningkatan air mengkibatkan banjir di daerah tepi sungai.

Desa Lubuk Kembang Bunga yang menjadi langganan banjir, terancam akan terendam lagi.

“Kita akan pantau terus perkembangannya. Khususnya di wilayah-wilayah yang menjadi langganan banjir,” tukas Hadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan meminta masyarakat waspada bencana banjir.

Menyusul volume air di beberapa sungai menunjukan peningkatan satu pekan terakhir.

Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, menyebutkan peningkatakan ketinggian air diakibatkan curah hujan yang tinggi dua pekan terakhir.

Hujan melanda Pelalawan secara merata mengakibatkan daya tampung sungai-sungai tidak mencukupi lagi.

Alhasil bencana banjir sudah di depan mata.

“Kita sudah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, melalui camat dan kepala desa. Agar tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ini,” kata Hadi Penandio, Minggu (7/1/2018).

Diterangkannya, volume air yang semakin tinggi juga dipengaruhi air kiriman dari daerah lain di bagian hulu sungai.

Ditambah lagi dengan dibuka pintu air waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Bangkinang, Kampar.

Pekan lalu pengelola waduk telah mengumumkan pembukaan pintu air.

“Kita juga terus koordinasi dengan instansi lain yang terkait. Seperti Polres, TNI, dan dinas-dinas lain. Jika sewaktu-waktu terjadi banir, jadi sudah siaga semua,” tandasnya.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares