Ke Atas

Di ‘Zaman Now’, inilah penyakit yang banyak diderita wartawan

Oleh Randi Mahesa / Diterbitkan pada Jumat, 09 Feb 2018 17:34 PM / Belum ada komentar / 45 pembaca
Ilustrasi

Jakarta, Sijoripost.comDi Hari Pers Nasional yang dirayakan setiap tanggal 9 Februari, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menekankan pentingnya para wartawan menjaga kesehatannya.

Nila mengungkapkan bahwa jam kerja wartawan yang tak menentu serta tenggat waktu bekerja yang tinggi, berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.

“Dua puluh persen penyakit itu dipengaruhi oleh perilaku. Ayo wartawan Indonesia jaga kesehatan,” kata Nila.

Dalam kesempatan ini, Nila juga mengimbau insan pers untuk rutin melakukan cek kesehatan.

Dihubungi terpisah, dokter spesialis olahraga Michael Triangto membenarkan bahwa bahwa wartawan rentan terserang penyakit.

“Data (jumlah dan persentasenya) sulit dicari tetapi keadaan itu benar adanya,” katanya, Jumat (9/2).

Michael Triangto juga mengungkapkan bahwa ada beberapa jenis penyakit yang seringkali dialami para wartawan.

“(Biasanya) leher kaku, sakit pinggang, dan tennis elbow,” katanya.

Leher kaku atau yang disebut sebagai tortikolis umumnya disebabkan karena banyak hal. Beberapa di antaranya adalah posisi tidur yang salah, stres berlebihan, memanggul beban berat (kamera dan lainnya), dan ‘menjepit’ telepon di antara leher dan bahu.

Posisi duduk dan mengetik yang salah di depan komputer ternyata juga bisa berpotensi menyebabkan leher jadi kaku. Leher kaku juga seringkali disebabkan karena kebiasaan seseorang untuk menjulurkan lehernya saat melihat monitor. Posisi tersebut menyebabkan otot punggung dan leher menegang.

Tak cuma itu, deadline yang ketat dan mengharuskan orang untuk banyak duduk di depan komputer juga berpotensi menyebabkan sakit pinggang.

Selain itu, Michael juga mengungkapkan bahwa tennis elbow juga jadi masalah bagi para wartawan. Tennis elbow adalah sebuah kondisi sakit atau nyeri pada siku bagian luar.

Sakit pada siku bagian luar ini sering disebabkan karena gerakan yang terus menerus saat mengetik.

“Ini disebabkan karena kesempatan (waktu) yang dirasa kurang (untuk olahraga),” ucapnya.

Namun mengutip berbagai sumber lain, ada beberapa masalah kesehatan lain yang kerap menghampiri para wartawan dan penulis.

Hiperekstensi (gerak ekstensi persendian ke luar jangkauan normal) pada kelingking, deviasi tulang hasta, bahkan obesitas juga kerap diderita wartawan, khususnya wartawan online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares