Jokowi: Arus Informasi Terus Syukurlah Memiliki Pers Nasional
Di tengah derasnya arus informasi yang tak pernah berhenti, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan refleksinya mengenai peran penting media di Indonesia. Menurutnya, berita datang dan pergi dalam waktu yang sangat cepat, tanpa mengenal tempat maupun waktu. Sebelum sebuah kabar sempat dianalisis sepenuhnya, sudah hadir informasi baru yang menunggu untuk disimak.
Jokowi: Arus Informasi Terus Syukurlah Memiliki Pers Nasional
“Informasi sekarang ini mengalir tanpa henti, dari berbagai arah dan melalui banyak platform. Baru saja kita mencoba memahami satu berita, sudah muncul berita baru lagi,” ujar Jokowi dalam sebuah kesempatan resmi.
Pers Nasional sebagai Pilar Penjernih Informasi
Melihat fenomena tersebut, Jokowi mengungkapkan rasa syukurnya karena Indonesia memiliki pers nasional yang kuat dan profesional. Menurutnya, keberadaan media nasional yang kredibel menjadi penyeimbang di tengah banjir informasi, khususnya untuk menyaring kabar-kabar yang tidak benar atau hoaks.
“Untungnya kita memiliki pers nasional yang menjadi jangkar di tengah gelombang informasi. Mereka tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga melakukan verifikasi dan memberikan konteks yang jelas,” kata Presiden.
Hal ini menjadi sangat penting, apalagi di era digital saat semua orang bisa menjadi ‘penyebar berita’ melalui media sosial. Jokowi menyadari bahwa peran jurnalis tidak bisa digantikan oleh algoritma atau AI semata, karena jurnalisme menuntut ketelitian, etika, dan integritas.
Tantangan Era Digital dan Harapan Presiden
Dalam pandangan Presiden, transformasi digital membawa dua sisi: kemudahan dan tantangan. Di satu sisi, informasi bisa diakses dengan cepat dan luas. Namun di sisi lain, kecepatan ini kadang tak diimbangi dengan akurasi.
“Tantangan utama kita saat ini bukan hanya pada kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan informasi itu benar, utuh, dan tidak menyesatkan,” ujar Jokowi.
Beliau juga menyoroti pentingnya edukasi literasi digital kepada masyarakat agar bisa lebih bijak dalam menyerap informasi, tidak langsung percaya, dan tahu cara memverifikasi sumber berita.
Jurnalisme yang Kritis Tapi Konstruktif
Presiden Jokowi menyambut baik sikap kritis dari media terhadap jalannya pemerintahan. Baginya, kritik yang membangun adalah bentuk cinta tanah air. Ia tidak ingin media hanya menyampaikan kabar baik saja, tetapi juga berani menunjukkan kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Saya selalu terbuka terhadap kritik, karena dari situlah kita bisa memperbaiki diri. Namun saya juga berharap kritik yang disampaikan tetap berlandaskan pada data dan fakta,” ungkapnya.
Jokowi berharap media tidak terjebak dalam pemberitaan yang sensasional atau clickbait semata. Ia mengajak seluruh insan pers untuk terus mengedepankan nilai-nilai jurnalistik sejati: objektif, independen, dan akurat.
Apresiasi terhadap Peran Wartawan
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memberikan penghargaan kepada para wartawan yang bekerja di lapangan, bahkan dalam kondisi yang sulit sekalipun. Menurutnya, keberanian dan dedikasi para jurnalis adalah fondasi bagi demokrasi yang sehat.
“Wartawan adalah penjaga nurani publik. Mereka hadir di tengah masyarakat untuk memastikan suara-suara yang selama ini tak terdengar bisa mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peran wartawan bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun narasi kebangsaan, mendorong perubahan, serta memperkuat solidaritas sosial.
Menatap Masa Depan Media Indonesia
Di akhir pernyataannya, Jokowi berharap media nasional dapat terus berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan jati dirinya. Teknologi boleh maju, tetapi nilai-nilai jurnalistik harus tetap dipegang teguh.
“Media harus bisa beradaptasi dengan teknologi, tetapi jangan pernah mengorbankan kebenaran demi viralitas,” tuturnya tegas.
Dalam dunia yang semakin kompleks, kehadiran media yang bertanggung jawab adalah jaminan bagi masyarakat untuk tetap mendapatkan informasi yang dapat dipercaya. Dan Indonesia, kata Jokowi, beruntung memiliki pers nasional yang terus berupaya menjaga amanah tersebut.